Powered By Blogger

Thursday, September 23, 2021

A little about Tableau Reporting

Design Workbook:
  1. Keep it simple.
  2. Use only the data you need.
  3. Use filters efficiently (use context filter if possible).
  4. Not all mark types are equals.
  5. Use Fixed dashboard size for the fastest loading. Automatic size is not recommended because Tableau will generate every time it is turned on.
Is it my calculation?
  1. Data physics -> type data: number/bool > date >> string; CNTD most expensive.
  2. Use right calculation -> LOD paling pelan; R/phyton can be slow because must wait data serialized from/to R.
Fix my query design
  1. Having your data all in one place is faster than pulling it from multiple sources.
  2. the less you have to manipulate your data, the faster it will be -> union, pivot, calculation, etc.
  3. Trust Tableau to do its job -> avoid customSQL and stores procedures.
  4. Tableau does lots of stuff to make your workbooks fast -> parallel execute.

Fix my data source design
  1. Extract are an easy way to make things go fast -> hide unused fields.
  2. Tune your database for optimal performance.
  3. Use data server for governance -> have data expert/stewards optimize the connections and share it with business users; use extracts across multiple workbooks/share extracts as possible.
  4. Use native drivers where available -> better than ODBC/JDBC
  5. Test query performance on the server.
  6. Use cold (raw) / warm (prepared) / hot (aggregated) strategies.
Re-design bad environment
  1. Upgrade -> physical server faster; Tableau need RAM than CPU.
  2. Be prepared to test on the server.
  3. Keep interactive users and extract refreshes separated.
  4. Monitor and tune.
  5. Virtual vs physical -> Tableau need dedicated resources for the best performance, physical better than VM.
https://www.tableau.com/learn/whitepapers/designing-efficient-workbooks


Thursday, October 31, 2019

Cara Berserah kepada roh Kudus

Catatan retret Mengatasi Kelemahan

Kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan kekuatan sendiri maka kita perlu menyerah kepada roh Kudus. Cara-cara menyerah kepada roh Kudus:

1. Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup, menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita:
  • Doa.
  • Baca firman/kitab suci setiap hari.
  • Menghayati sakrament-sakramen terutama ekaristi dan tobat.
2. Beriman
Beriman berjuang terus tanpa putus asa, membiarkan Tuhan yang mengubah hidup kita.

3. Bersukacita dalam segala keadaan
1 Tes 5:18-19 (Percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bersukacita, berdoa senantiasa, mengucap syukur dalam segala perkara).

4. Melihat masalah sebagai salib
Melihat masalah sebagai salib, sebagai sarana untuk memurnikan kita, memperkuat dan membentuk kita menurut citra Kristus sendiri. Kita sedang dibentuk oleh Allah menjadi indah.

5. Menyingkirkan kepahitan
mengampuni, berdamai, mencintai semua orang yang melukai kita.

6. Bergabung dalam suatu komunitas kristiani
Kita dapat berbagi suka duka lewat saudara-saudara seiman yang dapat mendengarkan sharing kita sehingga kita mengalami peneguhan, dikuatkan dalam iman oleh saudara-saudara yang lain, dapat membagi pengalaman, melayani, dan saling mencintai dalam komunitas kristiani. Di situ kita dapat bertumbuh menjadi seorang kristen yang sejati.



7 Dosa Pokok dan Cara mengatasinya

Catatan retret Mengatasi Kelemahan

Dalam perjalanan hidup manusia seringkali jatuh dalam 7 dosa pokok (kesombongan, ketamakan, kedengkian/iri hati, kemarahan, percabulan, kerakusan, kemalasan), kecenderungan akan yang jahat itu ada pada diri manusia karena dosa asal, namun luka batin yang belum disembuhkan itu juga akan membuat manusia makin parah jatuh dalam dosa-dosa, hal itu disebabkan karena kebutuhan dasar kasih yang tidak tercukupi dalam dirinya, sehingga kita perlu mengenali cara-cara mengatasi kelemahan.

KESOMBONGAN 😎
Yes 2:11 "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu."


Orang yang luka batin dapat jatuh dalam dosa-dosa kesombongan karena kebutuhan akan harga diri dan penerimaan yang belum tercukupi, maka ia mengejar gengsi, kehormatan, pujian.


Ciri-ciri kesombongan:
  • mengira mempunyai sesuatu yang baik dari dirinya sendiri, dari kemampuannya sendiri.
  • mengira sesuatu kebaikan diberikan karena jasa-jasanya sendiri.
  • berbangga-bangga mempunyai sesuatu yang sebetulnya tidak dimilikinya.
  • menganggap diri lebih unggul dan mempunyai lebih banyak daripada orang lain, mengira mempunyai bakat-bakat daripada orang lain, sehingga menghina atau memandang rendah orang lain.
Cara mengatasinya:
  • menyadari bahwa semuanya pemberian secara cuma-cuma dari Tuhan.
  • banyak mengucap syukur atas anugrah Tuhan.
  • merenungkan kesengsaraan Tuhan dan pengosongan diri Allah.
  • penyembuhan batin dan banyak memuji Allah.

IRI HATI 😏
Yak 3:16 "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Orang yang luka batin karena sering dibeda-bedakan seringkali jatuh dalam dosa ini.

Ciri-ciri orang yang iri hati:
  • tidak tahan kalau ada orang lain yang melebihi dia.
  • tidak senang pada keberhasilan orang lain.
  • senang bila melihat orang lain jatuh atau gagal.
  • menjatuhkan nama baik orang lain dan menjelekkan orang lain karena iri hati.
Cara mengatasinya:
  • menjauhi perkataan dan perbuatan yang meremehkan orang lain.
  • mengungkapkan cinta kasih secara praktis terhadap sesama yang membuat ia iri hati dengan cara bersikap baik, menolong, berbicara ramah, dsb.
  • mencari sifat-sifat baik yang terdapat pada orang yang membuat iri hati, dan bersyukur kepada Tuhan.
  • penyembuhan batin.

PERCABULAN 😻
1 Kor 6: 15 "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!"

Orang yang mengalami luka batin karena trauma seksual, atau karena kurang menerima figur-figur yang baik dari orangtua, banyak kali mengalami kelemahan dalam bidang seksual.

Ciri-ciri percabulan:
  • manusia dibutakan oleh nafsu seksnya, sehingga tenggelam di dalamnya, ia hampir-hampir tidak percaya bahwa kenikmatan dan kebahagiaan lain selain kenikmatan daging ini.
  • fantasinya dipenuhi oleh gambaran-gambaran yang tidak senonoh, sehingga ia tidak mampu mengangkat hatinya kepada yang ilahi.
  • orang kehilangan kebebasannya sehingga diperbudak olehnya.
  • damai batinnya hilang sama sekali dan sering dikejar rasa bersalah, tidak bisa menerima dirinya.
Cara mengatasinya:
  • menjaga pancaindera, menjauhkan diri dari godaan-godaan yang merangsang (gambar, film, dll)
  • penyembuhan batin.

KERAKUSAN, TAMAK, LOBAK, GELOJOH πŸ˜‹
  • Yak 4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
  • Yak 5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
  • 1 Tim 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah, beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
  • Ibr 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Orang yang mengalami luka batin karena kebutuhan sandang, pangan, papan, dan kasih yang tidak tercukupi dalam keluarga dapat mengakibatkan jatuh dalam dosa ini.

Ciri-ciri orang yang rakus:
  • Ia diperbudak oleh keinginan untuk memperoleh harta dan kekayaan sehingga mengabaikan semua segi kehidupannya, menghalalkan segala cara, ia menghargai harta melebihi Tuhan dan manusia, menjadikan harta sebagai berhalanya.
  • Ia diperbudak oleh keinginan untuk makan dan minum melebihi segalanya, sehingga mengabaikan cinta kasih dan kesopanan terhadap sesama manusia.
  • Ia diperbudak oleh nafsu ingin memperoleh pengetahuan melebihi segala sesuatu, mengejar ilmu sampai melupakan Tuhan dan sesama.
Cara mengatasinya: 
  • menyangkal diri akan makan, minum, kerja, belajar, mengatur waktu secara seimbang dan hidup dengan teratur.
  • penyembuhan batin dan mengingat kehidupan abadi, bahwa yang terpenting adalah kehidupan jiwa yang kekal. Jangan sampai kebutuhan sandang, pangan, papan yang bersifat sementara malah memperbudak dirinya.

KEMARAHAN 😑
Pkh 7:9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.
Yak 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Orang yang luka batin karena seringkali diperlakukan keras, kasar, kejam, akan membentuk pribadi yang emosional dan pemarah.

Ciri-ciri pemarah:
  • cepat emosi, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun.
  • mengungkapkan emosi dengan perkataan atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain tanpa pikir panjang.
Cara mengatasinya:
  • bersifat jasmani: olahraga, menyanyi lagu pujian, mengalihkan kemarahan pada hal-hal yang bersifat positif.
  • bersifat rohani: mengampuni, mendoakan orang yang membuat marah, melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
  • penyembuhan batin.

KEMALASAN πŸ˜ͺ
Ams 26:14 Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
Ams 21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.

Orang yang mengalami luka batin tidak mempunyai gairah hidup, tidak suka berjuang, ingin yang enak-enak dan jatuh dalam dosa ini.

Ciri-ciri pemalas:
  • suka menganggur.
  • suka melalaikan tugasnya.
  • bersikap sembrono dan tidak bertanggungjawab.
  • tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya.
  • tidak ada kerapian dan kebersihan.
  • mencari istirahat melampaui batas.
  • menunda-nunda tugas, tidak disiplin.
Cara mengatasinya:
  • menyangkal diri.
  • hidup teratur dan disiplin
  • memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa.
  • penyembuhan batin.

Tuesday, July 30, 2019

MITOS VS FAKTA KONSELING

1. Mitos: Konseling hanya untuk orang yang mengalami masalah mental atau emosional.
Fakta: Seseorang tidak perlu mengalami masalah yang serius untuk datang konseling. πŸšͺKetika seseorang merasa ada sesuatu yang tidak nyaman akan sesuatu dalam dirinya atau hidupnya, maka ia perlu bantuan orang lain. πŸ˜‡

2. Mitos: Konseling hanya untuk orang yang lemah, memiliki ketergantungan, dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Fakta: Melakukan konfrontasi atas masalah yang dihadapi melalui konseling justru menunjukkan motivasi dan disiplin diri yang tinggi. Orang tersebut adalah orang yang proaktif dan memiliki keputusan yang cerdas sebelum mereka mengalami masalah yang lebih serius atau tidak.πŸ‘πŸ˜Ž

3. Mitos: Tujuan konseling adalah untuk mendapatkan nasihat yang baik.
Fakta: Konseling tidak sama dengan pemberian nasihat. Dalam konseling, konselor akan membantu klien untuk menghadapi masalahnya dan membantu untuk mendapatkan gambaran akan pikiran, perasaan, nilai-nilai yang dimiliki klien serta membantu klien untuk
mengekspresikannya.😊
 
4. Mitos: Konselor yang baik akan membantu memberikan solusi yang cepat atas masalah kliennya, sehingga klien tidak perlu mengeluarkan usaha yang keras.
Fakta: Proses konseling membutuhkan kesabaran, karena kadangkala proses tersebut terkesan lamban dan membutuhkan waktu. Konseling tidak memberikan jawaban instan untuk semua
masalah.⌚
 
5. Mitos: Pada saat konseling, konselor harus berbicara dan klien mendengarkan.
Fakta: Konselor adalah pendengar yang baik , namun ada saat dimana konselor melakukan elaborasi tentang masalah klien. Dengan demikian, pada saat konseling terjadi interaksi dan komunikasi antara dua belah pihak.πŸ‘‚πŸ‘€
 
6. Mitos: Konselor akan berusaha untuk mengubah keyakinan dan nilai-nilai klien agar sejalan dengan keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh konselor.
Fakta: Konselor akan membantu klien untuk mencari jawaban atas setiap permasalahan berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang dimiliki oleh kliennya.πŸ’
 
7. Mitos: Konseling adalah proses yang menyakitkan, tidak menyenangkan dan serius.
Fakta: Meskipun masalah yang dialami oleh klien adalah masalah yang menyakitkan, namun relasi dalam konseling justru dapat menyenangkan.πŸ’“
 
8. Mitos: Jika seseorang datang untuk meminta bantuan ahli, maka orang tersebut dapat dikatakan tidak sehat mental.
Fakta: Adalah sesuatu yang wajar ketika seseorang datang untuk meminta bantuan pada ahli. Konseling tidak berakhir hanya di ruangan konseling saja (artinya: konseling adalah suatu proses). Ketrampilan yang secara tidak langsung dipelajari oleh klien selama proses konseling
berlangsung akan memperkaya berbagai aspek kehidupannya dan memperkuat nilainya dengan orang lain dan di masyarakat.πŸ‘
 
9. Mitos: Kerahasiaan dalam konseling sifatnya meragukan.
Fakta: Konseling adalah sesuatu yang sangat rahasia sehingga klien tidak perlu merasa khawatir bahwa masalahnya akan diketahui orang lain. Hanya dalam kasus-kasus tertentu (misal : klien membahayakan dirinya dan konselornyaπŸ”ͺπŸ”«πŸ’‰), maka konselor boleh memberitahu pihak ketiga yang berhubungan.
 
Source: materi kursus Konseling Pastoral di Shekinah.

Wednesday, March 27, 2019

Sudahkah kita dewasa dalam Tuhan Yesus?

Catatan Pewartaan firman yang dibawakan ibu Cun Wahono pada acara PDKK MBK tgl.27 Maret 2019.

Yoh. 7: 37
Air melambangkan firman, pembaptisan, roh Kudus.

st. Hieronimus: "Tanpa kenal firman, engkau tidak akan mengenal Yesus."

Orang percaya belum tentu beriman, tetapi orang yang beriman pasti percaya. Luk 18:8. Karena  itu, orang yang dewasa rohani harus beriman.

st. Anselmus mengatakan orang beriman adalah orang yang hobi baca firman.

Semua retret rohani adalah bagus tetapi bisakah kita menjalani apa yang telah kita dapati di retret?
Perjumpaan dengan Tuhan pasti harus membawa perubahan bagi kita.

Rajin ke persekutuan doa, apakah saya berubah menjadi lebih baik? Kalau tidak berubah, saya tidak mengalami perjumpaan dengan Yesus. Lihat Gal.4:6
Orang yang berubah mindsetnya adalah orang yang hobi baca firman.

Orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang tunduk dan taat pada firman Tuhan.

Tahun 2019 bertema hikmat.
Hikmat tidak bisa diwariskan. Hikmat adalah hasil persekutuan yang erat dengan Tuhan. Wahyu dan hikmat dari Allah sangat bergantung pada karakter kita.

Orang yang dewasa rohani harus memiliki:
1. integritas
Integritas dimulai dari diri sendiri. Filipi 4:8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." -> Orang yang memiliki integritas selalu berpikir positif (+).
 
2. etos kerja = tanggung jawab.
2 tes 3:7-10 "Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan."
Orang yang memiliki etos kerja akan memiliki rasa tanggung jawab, mau bekerja, bukan menjadi beban bagi orang lain dengan berpangku tangan, juga bukan hanya mau suruh-suruh.

3. kepedulian kepada sesama
Karena kenal firman maka dia memiliki beban yaitu memikirkan orang lain dan bisa kasihan kepada orang lain.
Kis 20:35 "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.". Orang yang berintegritas akan mau memberi, bukan hanya ingin diberi atau memberi jika sudah diberi.

4. berjuang supaya tidak terikat dunia
Lihatlah Saulus menjadi Paulus, Zakeus yang gila uang akhirnya membagi-bagikan uangnya.
Ingatlah perbuatan baik saja tidak menyelamatkan. Kalau perbuatan baik menyelamatkan, Yesus tidak perlu datang.

5. tidak khawatir akan masa depan sehingga berani ambil resiko.
Orang yang khawatir karena berpikiran negatif. Ayub berkata:"apa yang engkau takutkan, itu yang engkau terima." Berasumsi tidak berbeda jauh dengan bergosip. Bergosip = menceritakan keburukan orang. Bergosip terdiri dari 50% benar dan 50% terserah pikiran/pandangan saya.

6. mempunyai tujuan hidup.

Ciri-ciri orang yang dewasa rohani:
1. Mampu menguasai diri di saat dipermalukan, tidak dipercaya, dihina.
2. mampu berkorban dari waktu-tenaga-skill-uang dan terakhir adalah gengsi.
Luk 9:23 "Kata-Nya kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'.". Ini berarti segala-galanya untuk Tuhan.
3. bersyukur untuk hal-hal yang mendatangkan dukacita termasuk kekurangan dan kelemahan sebagai anugerah Tuhan.
4. berjuang menerima kekurangan/kelemahan orang lain
5. menerima orang lain (orangtua, suami, ipar, mertua, anak, dsb) apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetapi tidak boleh minta orang lain untuk menerima kita apa adanya karena nantinya kita tidak bisa bertumbuh. Sebagaimana dalam Mat.5:48 "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna". Ini artinya kita harus mencapai maksimal poin kita.

Sunday, November 26, 2017

Catatan Retret Awal 23-26 November 2017

 RETRET AWAL 23-26 NOVEMBER 2017

Cinta kasih Allah

Bahagia adalah saat kita menyadari dicintai, merasa diterima orang-orang yang ada di dekatnya yaitu cinta kasih. Manusia ada karena cinta. Cinta adalah kebutuhan dasar manusia. Allah adalah kasih. Manusia adalah tujuan kasih Allah.

Menerima karunia Allah 

Roh Kudus akan dibangkitkan lagi, perlu berserah kepada Tuhan. Kalau percaya kepada ramalan, takhayul, hari baik kapan -> Dosa!

Syarat menerima karunia: 

  1. bertobat -> kembali kepada Allah
  2. memohon dan percaya
  3. minta maka engkau akan mendapatkan
  4. berdoa untuk pencurahan roh Kudus

Karisma Bahasa Roh

Jenis karunia roh kudus:

1. Sapta karunia roh Kudus (Yes 11:2-3)

2. Karisma 1 Kor 12:8-10 (9 Karisma)

Karunia atau karisma adalah anugrah, pemberian/hadiah yang diberikan Allah tanpa jasa dan kebaikan dari si penerima.

Roh kudus: sumber karunia = roh penghibur.

Arti karunia bahasa roh: doa melampaui gagasan, perasaan, ide dan akal budi manusia.

1 Kor 14: 14

Doa dalam bahasa roh merupakan bentuk doa lebih tinggi dari doa dalam bahasa kita.

1 Kor 14:18

1 Kor 14: 1

1 Kor 14: 39 -> usahakan diri untuk bernubuat dan jangan melarang orang lain berkata dalam bahasa roh.

Jenis karunia bahasa roh:

1. karunia doa dalam bahasa roh -> bersifat tetap

2. karunia berkata-kata dalam bahasa roh -> bersifat tidak tetap.

1 Kor 14: 13, 27

Cara memperoleh karunia bahasa roh: Kis 19:6

  • menangkap dan meniru
  • berani mengeluarkan bahasa roh itu

Bentuk karunia berdoa:

  1. berdoa dalam bahasa roh
  2. bahasa roh yang disenandungkan: bernyanyi dalam bahasa roh.

 Manfaat berdoa dalam bahasa roh:

  1. memuji Allah
  2. membuat kita lebih mudah menjalin relasi dengan Allah
  3. lebih mudah menyerahkan diri untuk dipakai oleh Allah
  4. cara mengatasi pelanturan-pelanturan dalam doa dan adalah senjata untuk melawan godaan.

Langkah-langkah untuk memperoleh karunia ini:

  1. merindukan karunia ini
  2. percaya janji Allah
  3. terbuka dan menyerah terhadap karunia ini

Hal-hal yang perlu diperhatikan: menyingkirkan rasa takut, ragu-ragu.

Umumnya orang menerima karunia ini saat menerima pencurahan roh Kudus, tetapi kalau tidak terima saat pencurahan, ada kesaksian orang yang menerima saat doa atau persekutuan doa karismatik.

Sikap terhadap karunia:

  1. pakai sesuai yang dikehendaki
  2. karunia bisa dikendalikan

Gejala:

  1. dada bergetar, aliran hangat, hati damai
  2. bibir bergetar/menebal, lidah seperti berputar-putar

Bahasa roh tiap orang berbeda-beda, maka perlu kerinduan dan percaya.

Maria Bunda Allah

Maria adalah wanita pilihan Allah.

Yes 7:14: Imanuel artinya Allah beserta kita.

Luk 1: 28-33

Elisabeth penuh roh Kudus.

Kita juga merupakan pilihan Allah. Retret merupakan cara untuk menerima kasih Allah lebih mendalam, konkret, dan hidup.

Bentuk perhatian kita kepada Maria: berdoa kepada Yesus melalui devosi (Rosario, Novena-novena).

Kita belajar dari pengalaman karena peran Maria melalui pengalaman pribadi kita masing-masing. Maria sebagai bunda Allah, bunda tiap orang yang memohon doa. Allah mendengar dan mengabulkan asal kita percaya.

Komunitas

Doa: dialog/komunikasi/kontak dengan Tuhan.

No. telp = 267 = relasi

Bentuk doa:

  1. kehadiran di hadapan Tuhan. Tuhan mengetahui usaha kita.
  2. Sakramen -> dalam ekaristi/sakramen mahakudus adalah kehadiran Allah. Pengakuan dosa penting dilakukan secara teratur.
  3. kitab suci
  4. pelayanan
  5. komunitas -> awam: legio Maria, persekutuan doa, KTM, dan sebagainya.
KTM = Komunitas Tritunggal Mahakudus, didirikan Rm. Yohannes sejak 11 Jan 1987, merupakan saudara dari putri karmel dan Frater CSE.
Visi misi KTM = visi misi frater dan suster yaitu dalam kuasa roh Kudus mengalami pencurahan roh kudus, membawa orang lain kepada pengalaman yang sama.
 
Perpaduan spiritus karismatik (dari Roh Kudus) dan spiritus karmel.

Kehidupan sel terdiri dari pertemuan sel berupa pelayanan, rapat, belajar-mengajar, rekreasi, dan interaksi lain.

Di dalam KTM, ada volunteeer = full time min. 1 tahun -> tidak ada gaji tetapi kebutuhan pribadi dicukupi komunitas.


Catatan Pengantar Retret Awal

 RETRET AWAL 23-26 NOVEMBER 2017

1. Mengapa ikut retret?

Tiap hari kita tidur, makan, minum, dan sebagainya. Apakah kita terpaksa? Tidak, karena kita butuh. Tubuh rohani mengalami kebutuhan untuk menjadi katolik = kudus = sehat rohani.

Kita berkumpul mengikuti retret bukan karena kebetulan, tetapi karena kita perlu waktu untuk melihat kembali, maka kita perlu retret.

2. Apa itu Retret?

  • Retret adalah masuk suasana doa, masuk ke dalam batin kita sendiri, masuk ke dalam relasi pribadi dengan Allah untuk mencari dan mendengarkan bimbingan roh Kudus.
  • Retret menuntut sikap peka dan terbuka hati kepada Allah. Retret harus dihayati secara hidup dengan cara melibatkan diri dengan aktif.
  • Kesungguhan hidup rohani tampak dari menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Allah. Mat 11: 25-30, Yesus mengingatkan bahwa kita adalah orang kecil yang diberi anugrah untuk mengenal Bapa, mengembangkan pengenalan akan Allah, inti iman Kristen adalah mengenal Allah.

Yesus mengundang kita karena kita banyak beban dan letih, bersatu dengan-Nya meringankan beban, mengenal Dia dengan lebih baik. Bila kita hidup sesuai ajaran-Nya, kita akan tahu Dia lemah lembut dan rendah hati, kita harus bergantung pada Bapa.

Tujuan retret: membantu kita sadar akan kasih Tuhan yang nyata bagi kita, mengantar kita pada pertobatan yang mendalam, mempersiapkan kita untuk menerima roh Kudus yang memperbaharui hidup.

Pusat lingkaran hidup manusia:

  1.  Ego -> Yesus ada di luar hidup kita.
  2. Yesus menjadi bagian hidup tetapi bukan Prioritas.
  3. Idealnya, Yesus sebagai pusat dalam hidup kita.

Pengarahan ke-1: Cinta kasih Allah

Tujuan: mempersiapkan kita berpaling kepada Tuhan, untuk membangunkan iman kita, menyadarkan kita akan kasih Allah.

Pengarahan ke-2: Penyelamatan

Domba yang hilang ditemukan kembali. Ini memerlukan keseriusan dalam mengambil keputusan berkaitan dengan pertobatan.

Pengarahan ke-3: Hidup baru

Keadaan dunia tidak beres, manusia sudah berusaha tetapi gagal terus.

Injil adalah kabar gembira, meyakinkan kita bahwa kita bisa hidup baru dengan menerima roh Kudus. Allah ingin manusia memperoleh hidup baru. Dengan pencurahan roh Kudus, hidup seseorang akan berubah.

Pengarahan ke-4:  Menerima karunia

Berpaling dari segala hal yang tidak sesuai dengan hidup Kristiani, serta mempersiapkan mereka untuk hidup baru.

Yesus berjanji kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Pengarahan ke-5: Bahasa roh

Bahasa roh adalah karunia roh Kudus yang umum diterima. Bahasa roh sebagai karunia doa. Ini perlu terbuka dan penyerahan diri kepada Allah.

Pengarahan ke-6: Pertumbuhan.

membantu membuat keputusan untuk memungkinkan roh bertumbuh.



Sunday, June 8, 2014

Catatan Seminar Leadership 7-8 Juni 2014

 
Move = no time for stopping

Jangan puas dengan biasa.

1. Stop dan think
ke bank untuk menabung atau untuk mengangsur?
Dari sisi financial:
gadget seperti apa? Kendaraan seperti apa? Sekolah seperti apa? Hobby, travel? Ibadah haji? Marriage: honeymoon atau bertengkar?
Mari bantu orang lain yang susah.

Rekomendasi buku: Change or die.
Semua ingin berubah menjadi baik tetapi 70% gagal.
Berubah tidak gampang. Penolakan dilanjutkan akan menjadi perlawanan.

Leadership berarti open your head and heart.
Parasut dan otak -> keduanya berfungsi hanya jika terbuka.

2. Explore
Why people follow you? Position = right; permission = relationship; production = result.
People development = reproduction.

3. Mainkan
This is your best opportunity maka buatlah hari ini bermakna!

Life is journey, belajarlah sebanyak-banyaknya.
1. Respect others -> you go to others family, must to respect them.
2. Be strong -> sacrifice everything only for family happy. What you sacrifice for?
3. Life is challenge for everybody.
Betapa mudah bagi kita untuk tidak tersenyum pada orang lain.
Betapa mudah bagi kita untuk melupakan.
Keluarga itu sangat berharga. I may not have everything.

70% Pertengkaran di rumah tangga karena uang. πŸ’°
Bertahanlah untuk apa yang telah dimulai, untuk bergerak mengambil kebenaran.

Pendidikan itu penting, tetaplah rendah hati. πŸ˜‡

Orang berhasil adalah orang yang mempunyai impian, tidak takut ditempa.
Jika anda ingin keadaan berubah, anda harus bergerak.

Bisnis biasa = makin banyak uang, makin banyak hutang, makin banyak responsibilitynya.

Success is a progressive realization of a worthwhile dream.

How strong you stand is what makes you. πŸ’ͺ

We do the things most people won't to live a life most people don't.

Berkumpul dengan orang sukses akan meningkatkan leadership anda.

A man who has a dream will not be denied.

Dream... if not now then when? Anything is possible! 😊

Friday, August 31, 2012

Dari Belum dapat Topik hingga Mendapatkan Judul Skripsi

Minggu, 12 Agustus 2012
Hari ini hari terakhir UAS semester 7.Selesai mengerjakan UAS, aku dan teman-teman langsung menunggu di depan TU Fasilkom untuk mengurus KRS semester depan. Kelas Pemrograman Jaringan dan Web Enterprise tersisa kapasitas yang tidak tercukupi untuk satu angkatanku.. Huuu..
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya bertemu pak Anis (Kaprodi Teknik Informatika). Finally, pemrograman jaringan akan dibuka kelas hari Sabtu, 10.45 WIB, dan permintaan buka kelas Web Enterprise, Sabtu, 08.00 WIB akan diurus setelah lebaran. Ini artinya semester 8, aku gak sekelas dengan teman-teman se-angkatan karena hari Sabtu, aku kerja.


Hari ini juga baru tahu kalau besok Senin, 13 Agustus, judul TA keluar.
Hari Senin, kampus buka s/d pkl. 14.30 WIB karena ada acara buka puasa bersama, sedangkan hari Selasa, jadwalnya hanya upacara bendera.
Mulai tgl 15 Agustus s/d 26 Agustus, libur lebaran.


Kampus beroperasi kembali hari Senin, 27 Agustus 2012.
Wuahhh... rasanya mau teriak sekencang-kencangnya.. Mepet banget waktunya.. πŸ˜₯
Besok, aku gak mungkin bisa ke kampus, belum izin ke kantor.. Ckckckck..

Aku menanyakan pak Anis, "Bagaimana dengan klik TA?"
Jawaban pak Anis: "Kalau masih ada mata kuliah, klik TA boleh dilakukan pas siap sidang, artinya masuk ke semester berikutnya. Kalau klik sekarang, sidangnya wajib Februari. Kalau kliknya nanti, sidangnya Maret. Kalau tidak ada mata kuliah lagi, wajib klik TA."
Pertanyaan saya berikutnya, "Apakah mungkin dengan saya mengambil 3 mata kuliah (Agama, PemJar, Web Enterprise), skripsi bisa selesai di semester yang sama juga?"
"Saya yakin kalau YanFi pasti bisa selesai semester ini juga."
Senang juga mendengar jawaban ini, sedikit memotivasiku. πŸ˜‚

Tanggal 13 Agustus 2012 s/d 26 Agustus 2012
Hanya bisa berdoa agar dapat judul yang sesuai dengan dosen pembimbing yang recommended.
Sebenarnya aku sudah melakukan survei ke teman-teman yang sudah lulus maupun teman-teman angkatan mengenai dosen favorit mereka yang cocok jadi dosen pembimbing TA untukku. 😊
Beragam nama dosen dengan segala kelebihannya disebutkan dari mulut mereka, dan aku hanya berharap yang mayoritas disebutkan bisa menjadi dosen pembimbingku.

Dosen pembimbing yang aku harapkan: seorang yang mampu memotivasiku ketika aku mengalami down, yang membimbing bukan karena kerjaan ataupun uang tetapi karena ingin mahasiswa-nya bisa, yang gak menyerah saat aku gak bisa tetapi mau dengan terus sabar membimbingku hingga aku mengerti.

Aku mengharapkan yang terbaik yang terjadi.. 😊


Senin, 27 Agustus 2012
Hari ini, aku cuti kerja.
Aku ke kampus untuk melihat dan bertanya-tanya tentang topik TA. πŸ˜€
Tiba di kampus jam 8.30 WIB. Senangnya bisa lihat judul duluan hari ini. Sayangnya, ini hanya berlangsung sebentar. Begitu kertas diserahkan oleh orang TU, perasaan langsung berubah jadi shock!
Baru hari ke-3, judulnya udah banyak yang diambil.
Hatiku langsung bertanya, "Apakah mungkin aku gak akan mendapatkan judul yang sesuai dengan dosen pembimbing favorit?"
Sambil berpikir, aku mencatat judul-judul yang masih kosong.
Tidak disangka, pak Raka ke tempat TU. Aku langsung protes kenapa judul beliau begitu sedikit. Hanya 5 judul. Akhirnya bapaknya berbaik hati, menambahkan boleh maksimal 2 orang untuk setiap judulnya. Wuih, agak senang d, setidaknya bertambah jumlah judul yang kosong.
Ketika aku mau mengambil judul nomor pertama, bapaknya langsung menanyakan IPK rata-rataku. Mendengar IPK yang aku sebutkan, bapak menambahkan syarat IPK di list judul. Ternyata judul yang pertama aku mau, syarat IPK <= 3. Bapak hanya memperbolehkan aku mengambil judul no. 3 atau no. 4. Wuahhh.. bingung..

Judul bpk Raka:
  1. Aplikasi Android untuk Mengecek Tagihan dengan metode Interpolasi Statistik. ( IPK <=3 )
  2. Pengembangan Aplikasi Jafaik untuk Android dengan Javascript dan Phonegap. ( IPK <=3.25 )
  3. Aplikasi Tracking untuk Menentukan Posisi HP yang Dicuri berdasarkan GPS dan Cell ID. (IPK >= 3.00)
  4. Analisis Perbandingan 2 Algoritma Kompresi Data untuk File Gambar. ( IPK >= 3.00)
  5. Pengembangan Server Web dengan Opsi Kompresi yang dipaksakan.
Di tengah kebingunganku, Siti Awaliah datang. Kami memang sudah janjian mau datang ke kampus hari ini.
Akhirnya aku dan Siti ke ruang tunggu mahasiswa di Fasilkom.

Bertemu dengan pak Tri, aku bertanya tentang 1 judul beliau yang aku ingat: "Aplikasi sempoa 3 dimensi". Ternyata itu dibuat dengan aplikasi Blender atau 3dMax.
 
Bertemu dengan pak Kodar, aku bertanya tentang bahasa pemrograman yang akan dipakai untuk judul beliau: "Aplikasi dan Simulasi Rotasi bidang ruang 3 dimensi". Ternyata, aku mendapatkan jawaban: "Terserah. Boleh pakai Java atau VB atau VB.Net. Terserah yang kamu kuasai aja".

Selama di ruang Fasilkom, aku melihat mba Neki, kak Nivia, dan mas Ari sedang bimbingan dengan pak Raka. Di tengah bimbingan, pak Raka bercerita mengenai pengalamannya.

Inti ceritanya:
Bapak dulunya angkatan 1997. Saat itu, tahun 2000, namun belum ada mahasiswa angkatan 1995 atau 1996 yang lulus. Pada tahun itu, harus ada mahasiswa yang lulus demi proses akreditasi kampus. Saat itu juga, Beliau ditunjuk untuk segera mengerjakan skripsi padahal baru menjadi ketua organisasi. Akhirnya beliau minta judul dari kampus. Pada saat dikasih judul, beliau juga belum paham isi dari judul tersebut. Meskipun demikian, ternyata skripsi itu bisa dikerjakan dan selesai dalam waktu 2 bulan."

Cerita yang cukup memotivasiku hari ini. 😊
Akhirnya, Aku dan Siti memutuskan untuk mengambil judul dari pak Raka. Aku tetap mengambil judul yang pertama, sedangkan Siti mengambil judul yang ketiga.


Selasa, 28 Agustus 2012
Pada saat istirahat kantor, aku menelepon pak Raka untuk menanyakan tentang isi judul yang aku ambil karena aku mau membuat proposal.
Ternyata bapak sedang nyetir dan bapak langsung menanyakanku: "Besok ke kampus, Fi?"
What? Besok? Baru kemarin ke kampus.
Akhirnya aku menjawab: "Sepertinya, besok tidak bisa. Apakah hari Sabtu, bapak datang ke kampus?"
Ternyata jawabannya: "Belum tentu, kan masih libur anak PKK."
Setelah menutup telepon, aku chat dengan mba Neki (anak bimbingan pak Raka). Dari hasil chat, besok mereka ada bimbingan, dan mba Neki memberikan solusi padaku untuk izin setengah hari. 
Akhirnya aku putuskan untuk tidak masuk besok. Aku tidak mungkin mengambil izin setengah hari karena aku tidak tahu akan membahas skripsi ini berapa lama besok. Aku juga mau mengurus kelas TA yang tidak bisa dipilih.
Puji Tuhan, ibu Margerry memberikan ijin untuk tidak masuk besok. Sungguh baiknya atasanku ini.😘


Rabu, 29 Agustus 2012
Aku tiba di kampus pukul 08.00 WIB. Begitu tirai TU dibuka, aku langsung menanyakan judul TA. Aku melihat, ternyata sudah semakin penuh judul TA dengan nama-nama mahasiswa.
Akhirnya dengan membawa proposal, aku menunggu di Fasilkom.
Tidak berapa lama, aku bertemu dengan pak Anis. Aku menanyakan tentang kelas Pemrograman Jaringan (Pemjar) dan Web Enterprise yang pernah didiskusikan di waktu yang lalu, juga menanyakan kelas TA yang tidak bisa dipilih. Akhirnya hari ini semua diurus. Kelas Pemjar yang dijadwalkan hari Sabtu sudah dibuka hari ini. Kelas TA untuk jurusan Tek. Informatika juga dibuka hari ini. Aku meminta bantuan pihak TU untuk mengisikan kelas TA.
Aku bertanya pada pak Anis: "Pak, kenapa dari bapak, hanya mengeluarkan 1 judul? Hari pertama sudah langsung terisi."
Ternyata hanya dibalas dengan senyuman sembari bertanya, "Wah bagus donk, iya, itu gampang, cuma bikin antarmuka. Terus kamu udah pilih judul?"
"Sudah", jawabku.
"Sama dosen siapa?"
"Pak Raka.", kataku sembari memperlihatkan proposal yang telah kubuat.
Aku memperlihatkan catatanku yang berisi 5 judul dari pak Raka.
Tiba-tiba, pak Anis berkata, "Saya sih berharap pak Raka gak setujui judul yang kamu ambil ini. Judul tracking HP aja bagus tuch."
Saya jawab, "Iya, tetapi saya gak ngerti."
"Banyak-banyak baca, pasti juga bisa.", tanggap pak Anis seraya tersenyum.

Akhirnya pak Raka datang juga. "Horeee...!", sorakku dalam hati.
Aku menyerahkan proposal yang telah kubuat, dan hasilnya ditolak.
Alasan karena IPK. "Dengan IPK 3.8, apa kata dosen penguji kalau saya kasih kamu judul itu?"
Aku juga membenarkan kata-kata beliau dengan harapan pak Anis tadi.
Emang aku akui, aku terlalu keras kepala, sejak hari pertama bapak sudah tidak menyetujui namun aku masih memaksakan diri untuk membuat proposal dengan harapan pemikirannya akan berubah. Ternyata aku salah besar!

Aku menanyakan tentang maksud judul no. 1. Setelah dijelaskan, ternyata itu memang mudah, karena aku hanya perlu belajar pemrograman Android saja. hehehe..

Pak Raka menawariku judul lainnya yang berjumlah 8 judul. Woww, banyak dan makin membuatku bingung.
Jauh banget tingkat kesulitannya dengan judul yang telah aku buatkan proposalnya. Belum lagi judulnya aneh tapi nyata. Huuu..

Aku tanggapi tawaran 8 judul itu dengan kata: "Apa ini? Tidak ada yang menarik."
pak Raka bertanya, "Emang kamu menguasainya apa?"
Aku menjawab, "tidak tahu."
"Berarti semuanya bisa.", simpul pak Raka.

Aku masih berkeras ingin judul no.1 dengan alasan-alasanku:
  1. saya masih ambil mata kuliah juga, 8 sks loh. Tanggapan bapak: "Ahh, 8 sks itu kan 3 mata kuliah doank." Tidak berhasil dengan alasan pertama, aku melanjutkan dengan alasan berikutnya.
  2. Mata kuliah yang saya ambil kebanyakan di lab, kemungkinan akan banyak tugas project. Tanggapan bapak: "Kalau di lab mah, malah lebih gampang. Ini lagi ada agama, gak di lab juga kan!?" Alasan kedua pun tidak ampuh.
  3. Target saya, lulus dalam 8 semester, tapi kan saya juga ambil mata kuliah. Saya takut kalau gak bisa selesai.
Bapak menasehati, "YanFi, setiap ambil mata kuliah, pada saat awal pertama masuk kuliah itu, sampai pertemuan terakhir, tentu ada ilmu yang kamu dapat, kan!? Apalagi ini skripsi dimana kamu ambil 6 sks, tentu harus ada ilmu baru yang bisa dipelajari. Bedanya di dalam skripsi, kamu lebih banyak belajar sendiri, cari tahu sendiri."

Cukup tersentak aku mendengar kalimat-kalimat itu. "Mampukah aku menjalani ini?", kegalauan hatiku muncul.

Kemudian, aku menanyakan tentang maksud judul no. 3 dan 4 yang ada di list. Setelah penjelasan yang begitu mencerahkan, akhirnya aku mengatakan bahwa aku tertarik dengan judul no. 3 namun sudah diambil teman-teman.

Aku berharap dengan kata-kataku itu akan mendapatkan judul lain yang lebih mudah, ternyata sangat tidak terduga dengan tanggapan bapak: "ya gak apa-apa kalau kamu bikin tentang judul itu juga. Kan ada yang bisa pakai Android atau J2ME atau Native."

Weleh.. weleh.. akhirnya pilihan itu di tanganku juga. Akupun memutuskan untuk mengambil judul no. 3 pada Android.
Pertimbanganku sehingga memutuskan aplikasi pada Android:

J2ME itu Java (versi 2) Mobile Edition.Kalau ingat kata Java, aku teringat waktu kuliah Pemrograman Berorientasi Objek, waktu itu aku cukup beruntung ada seorang teman (kak Pardi) yang mau membimbingku untuk melewati mata kuliah itu. Tetapi itu juga yang meninggalkan ingatan yang membuatku tidak tertarik pada mata kuliah itu. Aku termasuk orang yang penasaran, dan saat aku bertanya, aku berharap dapat jawaban yang tepat. Ternyata dosen yang aku tanyai, malah menjawab: "Ya, kita coba aja programnya dulu." atau jawaban lainnya: "Ada yang bisa menjawab gak?". (-_-!)

Untuk bahasa Native, aku benar-benar tidak punya bayangan mengenai buku yang harus aku cari seperti apa.
Untuk android, bukunya sudah banyak yang terjual di Gramedia, jadi aku berpikir "coba aja dech".

Setelah mengurus denganku, bapak melanjutkan bimbingan skripsi dengan mba Neki, mas Ari, dan Fandi. Selesai semuanya, aku dan teman-teman pergi makan siang bersama. ^ ^
Kemudian, pukul 14.00 WIB, aku langsung menuju ke Gramedia Emporium, membeli buku-buku tentang pemrograman Android.😁
Penjelasan tentang Topik pak Raka

Jumat, 31 Agustus 2012
Hari ini, aku mampir ke kampus dulu sebelum pergi ke kantor untuk menyerahkan proposal yang telah kubuat.πŸ˜€
Pukul 08.00 WIB, proposalku diterima oleh pak Yamil, staff TU Fasilkom yang ramah. Begitu proposalku diterima beliau, aku langsung mengabari pak Raka.
Sekarang, aku hanya meyakinkan diriku bahwa "Aku akan bisa selama aku mempunyai niat dan semangat."πŸ˜‡